SKETSA MAWAR MERAH (episod 1)
Sekuntum mawar merah
Segar mewangi di taman pagi
Megah kembangnya memikat hati
Merah warnanya tonjolkan diri
Tapi sayang..
Kembangnya tidak lama
Wanginya juga idak lama
Pasti layu jua
Gugur ke bumi akhirnya
Tiada lagi yang nak dibangga.
SKETSA MAWAR MERAH (episod 2)
Sekuntum mawar merah
Segar mewangi ditaman pagi
Megah kembangnya memikat hati
Merah warnanya tonjolkan diri
Walau rantingnya berserak duri.
Sekuntum mawar merah
Mengukir senyum indah
Wajah dan keharumannya mengundang
Deretann konotasi dan denotasi istilah
Terlalu misteri untuk diterjemah.
Sekuntum mawar merah
Bergoyang lembut dipuput bayu
Manja kernyihnya bagaikan ratu
Lahirkan bibit-bibit rindu penuh syahdu
Mengejapi relung-relung hati membisu.
Sekuntum mawar merah
Hadir mrnyingkap ceria suasana
Mewarnai hari seceria warnanya
Kelembutan, keharuman, keindahan, keaslian terasa
Bersih suci dari noda dan dosa.
Sekuntum mawar merah
Misterinya belum terurai
Barangkali sang kumbang terlalu berhati-hati
Bimbang terpukah duri
Duri senjata kehormatan diri.
Sekuntum mawar merah
Jadi sanjungan, pujaan seluruh dunia
Realitinya di alam nyata
Adakala hadirnya membakar jiwa
Walaupun ia bisu tanpa bicara.
Sekuntum mawar merah
Begitu tinggi nilainya
Begitu suci warnanya
Jadi igauan semua
Jiwa-jiwa yang menderitanya kerananya.
Tapi sayang..
Sekuntum mawar merah ini
Zahirnya tidak kekal lama
Hakikat nikmat pemberianNya
Tiba masa pasti layu ia
Gugur menyembah bumi sudahnya.
Sekuntum mawar merah ini
Sekadar hanya tinggal nama
Serinya sudah terlontar entah ke mana
Yang tinggal hanya si ranting setia
Tiada lagi yang nak di bangga.
Sekuntum mawar merah ini
Walau zahir telah tiada
Kehebatan terlukis segar di hati setia
Jadi bicara para pujangga
Juga relung-relung hati yang terluka...
SKETSA MAWAR MERAH (episod 3)
Di hujung ranting berduri
Tersipu malu sekuntum mawar merah
Disapa lembut sang bayu pagi.
Ku lihat kau menyimpul senyum wahai sang mawar
Tapi...
Senyum mu itu senyum malu-malu
Lalu kau berlindung di balik dedaunmu yang berduri.
Wahai sang mawar
Lenggokmu begitu asyik dipandang mata
Lembut penuh kesopanan
Keindahan wajahmu buatku tertawan.
Aku yang kejengkelan ini terpaku
Tanpa mengerti disebalik misteri kejadianmu.
Namun aku tahu
Kehadiranmu sebagai penyeri alam
Tapi bagi mereka yang jahil
Ia bagaikan bencana.
Wahai sang mawar
Teruskan senyummu yang malu-malu itu
Teruskan lenggok asyik mu itu
Teruskan..
Sejuta relung jiwa pasti akan mengerti jua.
SKETSA MAWAR MERAH (episod 4)
Mawar merah ..
Mana hilangnya merah megahmu
Mana hilangnya segar gebumu
Mana hilangnya nyaman harummu.
Mawar merah..
Aku ini kesepian tanpa bicaramu
Tanpa sentuhan segarmu
Tanpa harum nyamanmu
Aku benar-benar sepi
Mawar merah..
Mengapa kelayuan mengakhiri segalanya
Sedang aku masih mengharap
Mengharapkan sesuatu darimu..
azukims 2001

No comments:
Post a Comment