Thursday, 4 September 2008

BILA PURNAMA MENGAMBANG


Bila purnama mengambang
sinarnya memberi salam
membelai malam penuh kelembutan
melimpah cahayanya merimbas alam
seri wajahnya tersenyum riang

tancapnya sungguh memukau mata

berahi hati sang perindu dan pujangga

yang saban hari memuji dan memuja

segala keindahan kurniaanNya.


Bila purnama mengambang

langit tidak lagi kontang

bintang-bintang bertaburan
bergemerlapan
menghiasi angkasa malam

bagaikan sebuah pesta alam

dan...
malam bagaikan bangkit dari lena
menemani purnama hingga ke fajar tiba.


Bila purnama mengambang

menghadirkan pelbagai cerita

membongkar segala rahsia disebaliknya

mengubat segala duka lara
meleraikan segala rindu dendam

memecah kebuntuan mengapai ilham

mengukir harapan pada sebuah penantian
memberi maksud dan makna dalam pencarian.


Bila purnama mengambang

malam tidak lagi pincang langit tidak lagi muram
sepi tidak lagi bertandang

pungguk tidak lagi kerinduan di ranting usang

lorong-lorong tidak lagi berbalam suram
pantai-pantai terpalit keindahan menakjubkan.


Bila purnama mengambang

seri terpancar di hati uda dan dara

lantas sempat hadirkan peluang
untuk melafazkan rindu dan sayang
yang telah lama terpendam

dikirim pada bayu malam yang berpuput riang

moga tertunas harapan mengharap kasih kekal berpanjangan.

Bila purnama mengambang

Segala kegelapan bagaikan direguk pergi

Setelah keindahan merampas takhta

Namun...
itu juga hanya sementara
tiba masa dan ketika
pasti semuanya pulang semula
kerana sudah tersurat takdir dan kehendakNya

untuk kita membuka mata
mencari hikmah dan keramah
dalam kesamaran mencari jalan pulang.


*Hak cipta terpelihara
azuki_119/2002

Tuesday, 2 September 2008

BERIKAN SEDIKIT WAKTU


Berikan sedikit waktu…

agar dapat aku bangkit berdiri

dari daerah berlumpur ini

yang telah membesarkan aku

dengan bau hanyirnya

yang telah mendewasakan aku

dengan kelodak hitamnya.

Berikan sedikit waktu…

agar mampu ku teguk

kepahitan perjalanan songsang

yang menghumban aku dalam kesulitan

walau perit untuk ditelan

namun ia adalah perjuangan.Text Box:  halaman utama

Berikan sedikit waktu…

biarku redah segala kegelapan

yang memenjarakan aku dalam ketakutan

lantaran terasing jauh dari perlabuhan

kelam tanpa sekelumit cahaya pedoman.

Berikan sedikit waktu…

segalanya pasti berlaku

lumpur hanyir kan menjadi susu

pahit kan menjadi madu

gelap kan terang menyinari dunia baruku.

sketsa sekuntum mawar merah


SKETSA MAWAR MERAH (episod 1)

Sekuntum mawar merah

Segar mewangi di taman pagi

Megah kembangnya memikat hati

Merah warnanya tonjolkan diri

Tapi sayang..

Kembangnya tidak lama

Wanginya juga idak lama

Pasti layu jua

Gugur ke bumi akhirnya

Tiada lagi yang nak dibangga.



SKETSA MAWAR MERAH (episod 2)

Sekuntum mawar merah

Segar mewangi ditaman pagi

Megah kembangnya memikat hati

Merah warnanya tonjolkan diri

Walau rantingnya berserak duri.

Sekuntum mawar merah

Mengukir senyum indah

Wajah dan keharumannya mengundang

Deretann konotasi dan denotasi istilah

Terlalu misteri untuk diterjemah.

Sekuntum mawar merah

Bergoyang lembut dipuput bayu

Manja kernyihnya bagaikan ratu

Lahirkan bibit-bibit rindu penuh syahdu

Mengejapi relung-relung hati membisu.

Sekuntum mawar merah

Hadir mrnyingkap ceria suasana

Mewarnai hari seceria warnanya

Kelembutan, keharuman, keindahan, keaslian terasa

Bersih suci dari noda dan dosa.

Sekuntum mawar merah

Misterinya belum terurai

Barangkali sang kumbang terlalu berhati-hati

Bimbang terpukah duri

Duri senjata kehormatan diri.

Sekuntum mawar merah

Jadi sanjungan, pujaan seluruh dunia

Realitinya di alam nyata

Adakala hadirnya membakar jiwa

Walaupun ia bisu tanpa bicara.

Sekuntum mawar merah

Begitu tinggi nilainya

Begitu suci warnanya

Jadi igauan semua

Jiwa-jiwa yang menderitanya kerananya.

Tapi sayang..

Sekuntum mawar merah ini

Zahirnya tidak kekal lama

Hakikat nikmat pemberianNya

Tiba masa pasti layu ia

Gugur menyembah bumi sudahnya.

Sekuntum mawar merah ini

Sekadar hanya tinggal nama

Serinya sudah terlontar entah ke mana

Yang tinggal hanya si ranting setia

Tiada lagi yang nak di bangga.

Sekuntum mawar merah ini

Walau zahir telah tiada

Kehebatan terlukis segar di hati setia

Jadi bicara para pujangga

Juga relung-relung hati yang terluka...


SKETSA MAWAR MERAH (episod 3)

Di hujung ranting berduri

Tersipu malu sekuntum mawar merah

Disapa lembut sang bayu pagi.

Ku lihat kau menyimpul senyum wahai sang mawar

Tapi...

Senyum mu itu senyum malu-malu

Lalu kau berlindung di balik dedaunmu yang berduri.

Wahai sang mawar

Lenggokmu begitu asyik dipandang mata

Lembut penuh kesopanan

Keindahan wajahmu buatku tertawan.

Aku yang kejengkelan ini terpaku

Tanpa mengerti disebalik misteri kejadianmu.

Namun aku tahu

Kehadiranmu sebagai penyeri alam

Tapi bagi mereka yang jahil

Ia bagaikan bencana.

Wahai sang mawar

Teruskan senyummu yang malu-malu itu

Teruskan lenggok asyik mu itu

Teruskan..

Sejuta relung jiwa pasti akan mengerti jua.



SKETSA MAWAR MERAH (episod 4)

Mawar merah ..

Mana hilangnya merah megahmu

Mana hilangnya segar gebumu

Mana hilangnya nyaman harummu.

Mawar merah..

Aku ini kesepian tanpa bicaramu

Tanpa sentuhan segarmu

Tanpa harum nyamanmu

Aku benar-benar sepi

Mawar merah..

Mengapa kelayuan mengakhiri segalanya

Sedang aku masih mengharap

Mengharapkan sesuatu darimu..


azukims 2001